Modul Ajar IPS SMALB Kelas XII (Tunarungu) - Modul 5
Unduh Modul 5 (PDF)

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA (MODUL 5)

Pendidikan Khusus (SLB Tunarungu) - SMALB Kelas XII

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Elemen Pemahaman Konsep
Materi Utama Mengenal cara menghindari risiko bencana
Fase / Kelas / Semester F / XII / Semester Ganjil
Alokasi Waktu 4 × 35 menit / (2 pertemuan sesuai kebutuhan)
Dimensi Profil Lulusan 1. Penalaran Kritis   2. Kolaborasi   3. Komunikasi
Profil Murid

Kelas 12 terdiri dari 8 murid tunarungu yang memiliki kemampuan berbeda-beda, beberapa diantaranya yakni:

  • VY, HM, TR dan RH: Mampu berbahasa isyarat dengan baik dan memahami banyak perbendaharaan kata, memiliki kemampuan yang baik dalam hal sosial di dalam kelas.
  • AH, AF, VL, AW: Memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa isyarat serta belum banyak perbendaharaan kata.
  • Semua murid: Mampu menggunakan HP untuk berkomunikasi dengan guru dan teman-temannya.
Tujuan Pembelajaran Murid mampu mengenal dan mempraktikkan cara menghindari risiko bencana alam (seperti gempa bumi dan banjir) di lingkungan sekolah dan rumah dengan tepat.
Praktik Pedagogis Metode: Tanya jawab visual/isyarat, pengamatan video/gambar, simulasi/praktik langsung penyelamatan diri.
Kemitraan Pembelajaran Berkolaborasi dengan orangtua untuk mengenalkan titik kumpul aman dan jalur evakuasi bencana di sekitar rumah.
Lingkungan Pembelajaran Memberikan kesempatan bagi murid dalam berdiskusi, menganalisis simbol keselamatan, dan praktik simulasi bencana di ruang kelas/halaman sekolah dengan nyaman, aman, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital Laptop, video animasi mitigasi bencana, Papan Interaktif Digital (PID) jika tersedia, Handphone (Aplikasi Pesan/Chatting, Gambar Simbol Bencana).
Langkah-Langkah Pembelajaran

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)

  1. Apersepsi & Asesmen Awal: Pendidik melakukan asesmen awal dengan menunjukkan gambar jenis-jenis bencana (gempa bumi, banjir, kebakaran) dan menanyakan pengalaman murid saat terjadi bencana.
  2. Penyampaian Tujuan: Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran: "Murid mampu mengenal cara menghindari risiko bencana".
  3. Penayangan Media Visual: Pendidik menampilkan video animasi/gambar mengenai langkah-langkah keselamatan saat terjadi bencana (misal: berlindung di bawah meja saat gempa, lari ke tempat tinggi saat banjir, mengikuti jalur evakuasi).
  4. Pengamatan Murid: Murid diminta memperhatikan video agar memahami cara mencari tempat berlindung dan menghindari risiko bahaya.
  5. Tanya Jawab Berdiferensiasi: Pendidik bertanya tentang tanda keselamatan dan tindakan yang harus dilakukan (menggunakan pesan teks/gambar di HP untuk murid dengan keterbatasan isyarat, serta bahasa isyarat untuk murid yang mahir).
  6. Praktik Simulasi Mandiri/Kelompok: Pendidik bersama murid melakukan simulasi keselamatan di kelas (misal: simulasi lindungi kepala saat gempa dan berjalan tertib menuju titik kumpul).
  7. Refleksi Perasaan: Murid menyampaikan perasaan setelah melakukan simulasi bencana menggunakan emotikon pada HP/papan refleksi.
  8. Umpan Balik: Murid memperoleh umpan balik dan penguatan dari pendidik tentang pentingnya sikap tenang saat terjadi bencana.
  9. Kesimpulan: Pendidik membantu murid menyimpulkan cara-cara menghindari risiko bencana dengan bahasa yang sederhana/isyarat/gambar.
  10. Kemitraan Orangtua: Pendidik bekerja sama dengan orangtua untuk memberikan tugas mengenalkan tempat berlindung aman dan jalur evakuasi di rumah via pesan HP.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

Murid menjawab pertanyaan refleksi:

  1. Apa yang kamu lakukan jika tiba-tiba terjadi gempa bumi di sekolah?
  2. Mengapa kita tidak boleh panik dan harus mengikuti jalur evakuasi?
Asesmen Pembelajaran

1. Awal Pembelajaran (Asesmen Diagnostik)

Bentuk tes: Tes Lisan / Isyarat / Pesan Teks (HP) / Tunjuk Gambar

Pertanyaan Guru Respon Murid yang Diharapkan Tindak Lanjut Guru
1. Jika ada gempa bumi, apakah kita boleh berlari kencang tanpa memperhatikan jalan? 1. Menjawab lisan/isyarat/teks HP: "Tidak boleh, harus lindungi kepala dan keluar tertib". Berikan instruksi visual/gambar cara berlindung yang benar.
2. Tahukah kamu tempat aman untuk berkumpul saat bencana terjadi di sekolah? 2. Menjawab lisan/isyarat/teks HP: "Lapangan sekolah / titik kumpul". Tunjukkan simbol rambu "Titik Kumpul" dan ajak murid melihat lokasi aslinya.

2. Proses Pembelajaran (Asesmen Formatif)

Menggunakan lembar observasi agar pendidik dapat mengamati kemandirian murid saat mempraktikkan cara menghindari risiko bencana (simulasi bencana).

Indikator Mandiri (Skor 3) Sedikit Bantuan (Skor 2) Bimbingan Penuh (Skor 1)
Mampu mempraktikkan cara menghindari risiko bencana (melindungi kepala & menuju titik kumpul) saat simulasi. Mampu melakukan gerakan penyelamatan diri secara tepat tanpa disuruh/tanpa panik. Mampu melakukan gerakan penyelamatan diri dengan sedikit arahan/isyarat petunjuk dari guru. Belum mampu melakukan gerakan penyelamatan diri tanpa bimbingan penuh/pendampingan fisik guru.

Keterangan Skor: 3 (Mandiri) = Sudah sangat baik, tanpa bantuan | 2 (Sedikit Bantuan) = Cukup baik, masih perlu arahan | 1 (Bimbingan Penuh) = Perlu pendampingan intensif.

3. Akhir Pembelajaran (Asesmen Sumatif)

Tes Tertulis / Isian Gambar Visual / Pesan HP:

  1. Saat terjadi gempa bumi di dalam ruangan, tindakan pertama untuk melindungi diri adalah...
  2. Tanda atau rambu lalu lintas penyelamatan berwarna hijau yang menunjuk tempat aman disebut...
  3. Jika banjir mulai masuk ke dalam rumah, kita harus segera mengungsi ke tempat yang...
  4. Mengapa saat terjadi bencana kita dilarang menggunakan lift atau berebut tangga?
  5. Sebutkan 2 benda wajib yang harus disiapkan dalam tas siaga bencana!

Kunci Jawaban & Rubrik Penilaian Sumatif:

  • Kunci Jawaban: (1) Berlindung di bawah meja dan melindungi kepala | (2) Jalur Evakuasi / Titik Kumpul | (3) Lebih tinggi / aman | (4) Agar tidak terjebak dan menghindari bahaya cedera/desak-desakan | (5) Senter, obat-obatan / makanan / HP / air minum.
  • Pedoman Penskoran: Jawaban benar = skor 2, Jawaban kurang tepat/dengan bantuan = skor 1, Salah/Tidak menjawab = skor 0.
Skor Total Predikat Klasifikasi Rencana Tindak Lanjut (RTL)
91 - 100 A Sangat Baik (Pengayaan) Menjadi ketua regu simulasi bencana dan membuat panduan gambar siaga bencana di HP.
71 - 90 B Baik (Pengayaan) Diberikan latihan tambahan mengenalkan rambu-rambu keselamatan bencana lainnya.
51 - 70 C Cukup (Remedial) Memperbaiki pemahaman keselamatan bencana menggunakan media kartu gambar visual.
31 - 50 D Kurang (Remedial) Memperbaiki pemahaman dengan bimbingan isyarat & simulasi ulang keselamatan.
0 - 30 E Sangat Kurang (Remedial) Menyajikan materi keselamatan bencana dengan contoh fisik dan bantuan bimbingan langsung.
Rencana Tindak Lanjut
  • Pengayaan: Murid yang mampu memahami cara menghindari risiko bencana akan diberikan pengayaan materi seperti menjadi pemimpin simulasi evakuasi mandiri bagi temannya atau membuat poster rambu evakuasi via HP.
  • Remedial: Bagi murid yang belum menguasai kompetensi akan diberikan latihan tambahan menggunakan video simulasi bencana yang lebih sederhana untuk memperkuat pemahaman tindakan penyelamatan diri di rumah maupun di sekolah.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Budi Surono, S.Pd

NIP. 197103291997021002

Jambi, Juli 2026

Wali Kelas XII-B

Adisyahputra Gultom, S.Pd, Gr

NIP. 199210242024211016