Mata Pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial
Elemen
Pemahaman Konsep
Materi Utama
Mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana
Fase / Kelas / Semester
F / XII / Semester Ganjil
Alokasi Waktu
4 × 35 menit / (2 pertemuan sesuai kebutuhan)
Dimensi Profil Lulusan
1. Penalaran Kritis 2. Kolaborasi 3. Komunikasi
Profil Murid
Kelas 12 terdiri dari 8 murid tunarungu yang memiliki kemampuan berbeda-beda, beberapa diantaranya yakni:
- VY, HM, TR dan RH: Mampu berbahasa isyarat dengan baik dan memahami banyak perbendaharaan kata, memiliki kemampuan yang baik dalam hal sosial di dalam kelas.
- AH, AF, VL, AW: Memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa isyarat serta belum banyak perbendaharaan kata.
- Semua murid: Mampu menggunakan HP untuk berkomunikasi dengan guru dan teman-temannya.
Tujuan Pembelajaran
Murid mampu mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana saat menghadapi situasi darurat/bencana (seperti gempa bumi dan kebakaran) di lingkungan sekolah dan rumah dengan tertib dan tepat.
Praktik Pedagogis
Metode: Tanya jawab visual/isyarat, pengamatan video simulasi, praktik/simulasi langsung keselamatan diri.
Kemitraan Pembelajaran
Berkolaborasi dengan orangtua untuk mendampingi dan mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana di lingkungan rumah.
Lingkungan Pembelajaran
Memberikan kesempatan bagi murid untuk berdiskusi, menganalisis tanda bahaya/simbol evakuasi, dan mempraktikkan simulasi keselamatan diri di ruang kelas/halaman sekolah dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital
Laptop, video animasi simulasi keselamatan, Papan Interaktif Digital (PID) jika tersedia, Handphone (Aplikasi Pesan/Chatting, Gambar Rambu/Simbol Keselamatan).
Langkah-Langkah Pembelajaran
Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
- Apersepsi & Asesmen Awal: Pendidik melakukan asesmen awal dengan menunjukkan gambar situasi darurat (gempa bumi, kebakaran) dan menanyakan tanggapan murid saat melihat tanda bahaya.
- Penyampaian Tujuan: Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran: "Murid mampu mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana".
- Penayangan Media Visual: Pendidik menampilkan video animasi pembelajaran mengenai tata cara keselamatan diri sederhana saat darurat (misal: merunduk dan melindungi kepala di bawah meja, berlanjut berjalan tertib menuju titik kumpul).
- Pengamatan Murid: Murid diminta memperhatikan video agar memahami langkah-langkah praktis dan urutan simulasi keselamatan secara mandiri/berkelompok.
- Tanya Jawab Berdiferensiasi: Pendidik bertanya tentang hal yang harus dilakukan saat sirine/tanda bahaya berbunyi (menggunakan pesan teks/gambar di HP untuk murid yang belum banyak perbendaharaan kata, serta bahasa isyarat bagi yang mahir).
- Praktik Simulasi Langsung: Pendidik mempraktikkan bersama murid bagaimana cara melakukan simulasi keselamatan sederhana (berlindung, berjalan antre tanpa panik, dan menuju rambu Titik Kumpul).
- Refleksi Perasaan: Murid menyampaikan perasaan terhadap pembelajaran simulasi keselamatan yang telah dilakukan (menggunakan papan ekspresi/emotikon di HP).
- Umpan Balik: Murid memperoleh umpan balik dan penguatan dari pendidik berdasarkan hasil pengamatan simulasi.
- Kesimpulan: Pendidik membantu murid menyimpulkan urutan langkah keselamatan sederhana dengan bahasa yang ringkas, jelas, dan isyarat/visual.
- Kemitraan Orangtua: Pendidik bekerja sama dengan orangtua untuk memberikan tugas mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana di lingkungan rumah.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)
Murid menjawab pertanyaan refleksi:
- Apa yang harus kamu lakukan pertama kali saat merasakan getaran gempa bumi di dalam kelas?
- Mengapa kita harus berjalan tertib dan tidak boleh saling dorong menuju titik kumpul?
Asesmen Pembelajaran
1. Awal Pembelajaran (Asesmen Diagnostik)
Bentuk tes: Tes Lisan / Isyarat / Pesan Teks (HP) / Tunjuk Gambar
| Pertanyaan Guru |
Respon Murid yang Diharapkan |
Tindak Lanjut Guru |
| 1. Jika ada tanda bahaya darurat, apakah kita boleh berlari saling dorong? |
1. Menjawab lisan/isyarat/teks HP: "Tidak boleh, harus antre dan tertib". |
Berikan instruksi visual yang jelas agar murid memahami pentingnya antre. |
| 2. Tahukah kamu ke mana kita harus berjalan saat melakukan simulasi evakuasi? |
2. Menjawab lisan/isyarat/teks HP: "Titik Kumpul / Lapangan". |
Tunjukkan simbol rambu "Titik Kumpul" dan bantu murid mengidentifikasi lokasinya. |
2. Proses Pembelajaran (Asesmen Formatif)
Menggunakan lembar observasi agar pendidik dapat mengamati kemandirian murid saat mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana.
| Indikator |
Mandiri (Skor 3) |
Sedikit Bantuan (Skor 2) |
Bimbingan Penuh (Skor 1) |
| Mampu mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana (berlindung & menuju titik kumpul secara tertib). |
Mampu mempraktikkan simulasi keselamatan secara tepat dan tertib tanpa disuruh/tanpa arahan. |
Mampu mempraktikkan simulasi keselamatan dengan sedikit arahan/isyarat dari guru. |
Belum mampu mempraktikkan simulasi keselamatan tanpa bimbingan penuh/pendampingan fisik guru. |
Keterangan Skor: 3 (Mandiri) = Sudah sangat baik, tanpa bantuan | 2 (Sedikit Bantuan) = Cukup baik, masih perlu arahan | 1 (Bimbingan Penuh) = Perlu pendampingan intensif.
3. Akhir Pembelajaran (Asesmen Sumatif)
Tes Tertulis / Isian Gambar Visual / Pesan HP:
- Tindakan utama saat simulasi keselamatan gempa di kelas adalah berlindung di bawah... dan melindungi...
- Rambu keselamatan berwarna hijau dengan gambar orang berlari menuju pintu menunjukkan jalur...
- Saat melakukan simulasi evakuasi keluar ruangan, sikap tubuh yang benar adalah berjalan... dan tidak saling...
- Tempat terbuka yang aman di lingkungan sekolah untuk berkumpul saat bencana disebut...
- Sebutkan 2 hal penting yang harus dipatuhi saat mempraktikkan simulasi keselamatan!
Kunci Jawaban & Rubrik Penilaian Sumatif:
- Kunci Jawaban: (1) Meja, kepala | (2) Evakuasi | (3) Tertib/tenang, dorong | (4) Titik kumpul / lapangan | (5) Tidak panik, mendengarkan arahan/isyarat, tidak berebut.
- Pedoman Penskoran: Jawaban benar = skor 2, Jawaban kurang tepat/dengan bantuan = skor 1, Salah/Tidak menjawab = skor 0.
| Skor Total |
Predikat |
Klasifikasi |
Rencana Tindak Lanjut (RTL) |
| 91 - 100 |
A |
Sangat Baik (Pengayaan) |
Menjadi pemimpin kelompok dalam praktik simulasi keselamatan dan membuat panduan bergambar di HP. |
| 71 - 90 |
B |
Baik (Pengayaan) |
Diberikan latihan pengayaan mempraktikkan simulasi keselamatan pada skenario bencana lainnya. |
| 51 - 70 |
C |
Cukup (Remedial) |
Memperbaiki urutan praktik simulasi keselamatan menggunakan media kartu urutan gambar. |
| 31 - 50 |
D |
Kurang (Remedial) |
Memperbaiki gerakan simulasi keselamatan dengan bimbingan isyarat dan pendampingan bertahap. |
| 0 - 30 |
E |
Sangat Kurang (Remedial) |
Menyajikan materi simulasi keselamatan secara sangat sederhana dengan contoh langsung dan bantuan fisik. |
Rencana Tindak Lanjut
- Pengayaan: Murid yang mampu mempraktikkan simulasi keselamatan sederhana secara mandiri akan diberikan pengayaan materi seperti menjadi pemimpin regu simulasi bagi teman-temannya atau membuat urutan langkah simulasi via HP.
- Remedial: Bagi murid yang belum menguasai kompetensi akan diberikan latihan tambahan menggunakan media video simulasi yang lebih sederhana dan bimbingan gerakan fisik langsung untuk memperkuat pemahaman simulasi keselamatan.
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Budi Surono, S.Pd
NIP. 197103291997021002
Jambi, Juli 2026
Wali Kelas XII-B
Adisyahputra Gultom, S.Pd, Gr
NIP. 199210242024211016